Menyusui Membantu Anak Belajar Makan Sehat Sejak Dini

Hasil gambar untuk gambar menyusui

ASI merupakan gold standard makanan bayi. Pada tahun 2002, World Health Assembly mengesahkan rekomendasi pemberian ASI eksklusif (ASIX) selama enam bulan dilanjutkan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat dengan terus meneruskan pemberian ASI hingga dua tahun atau lebih. Demi mensukseskan pemantapan menyusui dan menjaga keberlangsungan ASI eksklusif selama 6 bulan, WHO dan UNICEF merekomendasikan:

1. Inisiasi menyusui segera dalam satu jam pertama umur bayi.
2. Menyusui eksklusif, dimana bayi hanya mendapatkan ASI saja tanpa tambahan makanan atau minuman lain, termasuk air putih.
3. Menyusui tanpa dibatasi, dimana bayi disusui kapan saja bayi ingin menyusu, di siang dan malam.
4. Tidak menggunakan botol, dot, atau kempeng.

Bahan makanan yang ibu konsumsi akan masuk ke dalam ASI sehingga bayi telah terbiasa dengan rasa makanan di meja makan keluarga. Aroma ASI yang menyerupai air ketuban juga membuat bayi makin familiar terhadapnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa rasa ASI beraroma bawang ketika ibu mengkonsumsi bawang putih, begitu juga dengan ibu yang mengkonsumsi jus wortel. Bawang putih dan wortel dipilih sebagai bahan uji karena memiliki karakteristik rasa dan aroma yang khas sehingga mudah dikenali. Pengalaman sensorik ini akan membuat bayi lebih bersemangat makan bubur MPASI dari makanan yang biasanya ibu makan saat menyusui.

ASI memiliki rasa yang senantiasa berubah sehingga indera perasa di lidah bayi yang disusui akan terbiasa dengan pengenalan aneka rasa berbeda dan perubahan rasa. Hal ini berbeda dengan susu formula yang hanya memiliki satu rasa monoton.

Penelitian pada 127 bayi yang mendapatkan ASI eksklusif menunjukkan hanya 22% bayi yang pemilih makanan, 19% bayi menolak makan dan 25% bayi neofobia (menolak pengenalan jenis makanan baru). Sebagian besar bayi yang disusui lebih jarang mengalami permasalahan susah makan dan lebih mudah menerima makanan baru.

Menyusu juga akan membuat struktur oromotorik bayi berkembang dengan baik sehingga membantu bayi untuk siap makan pada waktunya.

Bayi yang menyusu di payudara belajar mengendalikan nafsu makan dengan baik. Bayi akan minta menyusu ketika lapar dan berhenti menyusu setelah kenyang. Bayi juga terbiasa mengkonsumsi ASI dalam jumlah sedikit namun sering sehingga mekanisme ini baik bagi metabolisme tubuhnya.

Sumber

Cara Menyusui Yang Benar

1. Tetekkan bayi segera atau selambatnya setengah jam setelah bayi lahir. Mintalah kepada bidan untuk membantu melakukan hal ini.

2. Biasakan mencuci tangan dengan sabun setiap kali sebelum menetekkan.

3. Perah sedikit kolostrum atau ASI dan oleskan pada daerah putting dan sekitarnya.

4. Ibu duduk atau tiduran / berbaring dengan santai.

5. Bayi diletakkan menghadap ke ibu dengan posisi:
– Perut bayi menempel keperut ibu.
– Dagu bayi menempel ke payudara.
– Telinga dan lengan bayi berada dalam satu garis lurus.
– Mulut bayi terbuka lebar menutupi daerah gelap sekitar putting susu.

6. Cara agar mulut bayi terbuka adalah dengan menyentuhkan puting susu pada bibir atau pipi bayi.

7. Setelah mulut bayi terbuka lebar, segera masukkan puting dan sebagian besar lingkaran/daerah gelap sekitar puting susu ke dalam mulut bayi.

8. Berikan ASI dari satu payudara sampai kosong sebelum pindah ke payudara lainnya.
Pemberian ASI berikutnya mulai dari payudara yang belum kosong tadi.

Cara Melepaskan Puting Susu dari Mulut Bayi
Dengan menekan dagu bayi ke arah bawah atau dengan memasukkan jari ibu antara mulut bayi dan payudara ibu.

 

Cara Memeras ASI dengan Tangan
Bidan menganjurkan pada Ibu untuk mencuci tangan terlebih dahulu. Setelah itu :

1. Duduklah Ibu seenak/senyaman mungkin.

2. Pegang/letakkan cangkir dekat dengan payudara Ibu.

3. Letakkan ibu jari pada payudara diatas puting susu dan areola (bagian lingkaran hitam berwarna gelap pada payudara) dan jari telunjuk dibawah payudara, juga dibawah puting susu dan areola.

4. Tekan ibu jari dan telunjuk kedalam, kearah dada. Ibu tidak perlu menekan terlalu keras, karena dapat menghambat aliran air susu.

5. Kemudian tekanlah payudara Ibu kebelakang puting dan areola antara jari telunjuk dan ibu jari.

6. Selanjutnya tekan dan lepaskan, tekan dan lepaskan. Kegiatan ini tidak boleh menyakiti atau Ibu sampai merasa nyeri. Pada awalnya, mungkin tidak ada susu yang keluar, tetapi setelah dilakukan penekanan beberapa kali, ASI akan mulai menetes keluar.

7. Tekan areola dengan cara yang sama dari arah samping, untuk meyakinkan bahwa ASI di tekan dari seluruh bagian payudara.

8. Hindari menggosok-gosok payudara atau memelintir puting susu.

9. Peras satu payudara sekurang-kurangnya 3-5 menit hingga aliran menjadi pelan; kemudian lakukan pada payudara yang satu lagi dengan cara yang sama. Kemudian ulangi keduanya. Ibu dapat menggunakan satu tangan untuk satu payudara dan gantilah bila merasa lelah. Memeras ASI membutuhkan waktu 20-30 menit. Terutama pada hari-hari pertama, ketika masih sedikit ASI yang diproduksi.

10. Simpan.

Posisi Mnenyusui:
Hasil gambar untuk google.comambar cara menyusui yang benar
Hasil gambar untuk google.comambar cara menyusui yang benar
Hasil gambar untuk google.comambar cara menyusui yang benar
Hasil gambar untuk google.comambar cara menyusui yang benar
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s